4.1 Menganalisis Teks Eksplanasi
Struktur Teks Eksplanasi
- Urutan 1 (Sebab): Penulis bekerja keras di bawah hujan, mengalami sakit, namun tetap bertahan demi sekolah dan membantu ayah. (Paragraf 5-7)
- Urutan 2 (Sebab): Penulis menyisihkan hasil ojek payung untuk membeli anak ayam karena kasihan pada penjualnya. (Paragraf 8)
- Urutan 3 (Akibat): Ketelatenan memelihara ayam berujung pada penjualan yang menguntungkan, lalu diputar kembali menjadi modal. (Paragraf 9)
- Urutan 4 (Hasil): Penulis kini memiliki lima kandang besar dan memasok ayam ke puluhan warung. (Paragraf 10)
Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Teks ini menunjukkan fenomena sosial dan ekonomi melalui ciri-ciri berikut:
Kata Kerja Kopulatif (Definisi/Identitas)
Bukti: "Ojek payung adalah (tersirat dalam penjelasan) menawarkan jasa sewa payung..." atau "Orang bilang ini menjadi hobi saya.
Konjungsi Sebab-Akibat (Kausalitas):
Bukti: "Karena hari hujan," "Hasil penjualan saya belikan anak ayam lagi," "sehingga modal saya tidak terganggu."
Konjungsi Simpulan/Urutan:
Bukti: "Berikutnya, ketika ayam-ayam itu sudah cukup umur," "Kini, saya punya lima kandang besar."
Unsur Kebahasaan
Berikut adalah rincian unsur kebahasaan yang ditemukan dalam teks:
Kata Istilah (Terminologi)
Contoh: Investasi (tersirat dalam "modal"), pemasok (suplier), kebutuhan pokok, standar hidup.
Verba Material (Kata kerja tindakan fisik)
Contoh: Berkerumun, menengadah, memayungi, berlari, menabung, memelihara.
Verba Relasional (Menyatakan hubungan intensitas atau milik)
Contoh: "Saya ada di antara anak-anak itu," "Kini saya punya lima kandang besar."
Konjungsi (Penghubung)
Waktu: "Mula-mula," "Setelah itu," "Sebelum magrib."
Sebab-Akibat: "Sehingga," "Demi."
Justifikasi (Pemberian Alasan)
Contoh: Penulis menjelaskan mengapa ia tidak jajan ("...sehingga modal saya tidak terganggu dan terus bertambah") dan mengapa ia bekerja ("...demi keluarga kami bisa makan").
Komentar
Posting Komentar